Rabu, Januari 14, 2009

Sudah 18 Hari, Israel Masih Maju Mundur


Masuk hari ke 18, tentera Zionis-Israel terus berusaha masuk ke wilayah pusat kota Gaza. Dengan bantuan ribuan tentera simpanannya, Israel terus mendekati kota Gaza. Dengan dukungan serangan udara dari pesawat F.16, helikopter Apache, serta artileri, pasukan Israel cuba masuk ke kota Gaza, yang sampai sekarang masih tetap dipertahankan oleh para pejuang Hamas, dan para Muhajidin.

Zionis-Israel semalam menyerang wilayah selatan Gaza dan Rafah, melalui udara dan senjata artileri, tidak kurang dari 60 sasaran serangan udara yang dilakukan Israel. Pesawat-pesawat tempur Israel F.16, semalam menghujani kota Rafah dengan serangan udara yang massif. Kota berhampiran perbatasan dengan Mesir, seperti nampak terbakar, akibat tembakan hebat Israel. Akibatnya, serangan udara itu, menimbulkan kekacauan dan korban dalam kalangan penduduk awam. Israel juga menggunakan bom ‘penghancur’ bunker-bunker untuk menghancurkan terowong-terowong yang banyak di kota Rafah, yang menghubungkan Gaza dengan Sinai (Mesir).

Ayman Muhyidin, koresponden Aljazeera, melaporkan dari Rafah, ribuan penduduk Rafah, meninggalkan rumah-rumah mereka, sesudah mendapatkan helaian peringatan dari udara,yang memberitahu bahawa rejim Zionis-Israel akan melakukan serangan udara yang massif di wilayah itu. “Kota Rafah seluruhnya hancur lebur. Kota itu bagaikan neraka, akibat serangan udara yang massif dari Zionis-Israel”, ujar Muhyidin. Militer Israel menutup kota Gaza, dan seluruh jalan masuk ke kota Gaza, ditutup dengan kereta-kereta kebal Israel, dan kapal-kapal perang yang ada berhampiran kota Gaza. Pemberita Aljazeera itu, menjelaskan kemungkinan akan melakukan serangan darat di malam hari, dan nampaknya ingin menguasai kota Gaza.

“Militer Israel melakukan serangan menjelang tengah malam, dan ketika menjelang pagi mereka kembali ke posisinya”, tambah Muhyidin. Pertempuran dahsyat telah berkecamuk antara tentera Israel dengan para pejuang Hamas di kota Tal al-Halwa, di selatan kota Gaza. Pertempuran di kota itu, menjadi momentum penting tentara Israel untuk cuba masuk ke kota Gaza. Namun, nampaknya para pejuang Hamas memberikan tentangan hebat terhadap tentera Israel. Pertempuran berlangsung di Beith Lahiya, yang terletak di utara kota Gaza, dan Khan Yunis, di sebelah timur kota Gaza. Kantor berita AFP melaporkan tank-tank Israel yang didukung dengan serangan udara, terus cuba untuk masuk ke selatan kota Gaza.

Kemaraan pasukan Zionis-Israel itu, menghadapi tentangan para pejuang Hamas dan para Mujahidin Palestin, yang menggunakan mortar dan roket RPG, menghentikan kemaraan pasukan Zionis-Israel. Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestin, menegaskan serangan militer Israel itu telah membuatkan lebih dari 1000 orang yang syahid, dan 40 % korban yang ada, terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua. Ofensive militer Israel ke kota Gaza itu, dibalas oleh pejuang Hemas menembakkan roket ke wilayah perbatasan Israel, Ashkelon.

Kecewa

Nampak para diplomat mengalami frustasi akibat ulah Israel, yang tidak mengendahkan resolusi DK.PBB, beberapa hari yang lalu. Seruan gencatan senjata tidak digubris oleh Israel, dan pasukan Zionis terus melakukan serangan yang massif ke Gaza. S/u PBB Ban-Ki moon, berencana mengunjungi Timur Tengah untuk menciptakan gencatan senjata. Namun, semua kalangan sangat skeptis, kerana resolusi PBB itu, tidak didukung AS. Bahkan, Perdana Menteri Israel, Ehut Olmert, menyatakan, kami telah mendikte AS, agar abstain, ketika pemungutan suara di DK. PBB.

Ban-Ki moon, menegaskan, “Kedua belah pihak berhenti berperang. Hentikan sekarang perang”, ujar Ki moon, ketika menyelenggarakan sidang akhbar, di pejabat PBB, New York, Senin, yang lalu. “Banyak rakyat tidak berdosa tewas. Dan, banyak lagi orang-orang awam yang menjadi korban”, tambah Ban Ki moon. Usaha-usaha diplomasi sekarang ini,yang bertujuan mengakhiri konflik, nampaknya hanyalah akan mengakomodasi kepentingan Israel, tanpa mempedulikan aspirasi rakyat Palestin.

Ehut Olmert menegaskan, Israel akan menghakhiri kempen ke Gaza, hanya dalam dua keadaan : “Pertama, Hamas harus menghentikan serangan roketnya ke Ashkelon. Kedua, Hamas harus melucutkan senjatanya”, tegas Olmert. Sementara itu, Presiden Israel, Shimon Peres, menyatakan : ”Kemajuan serangan militer Israel selama 16 hari, belum setara dengan negara yang menghadapi terror selama 16 tahun”, ucap Peres. Dalam pernyataannya, yang disiarkan lewat satelit al-Aqsha, Perdana Menteri Ismail Haniyah, menegaskan bahwa Israel tidak akan memenangi perang di Gaza, ucap Haniyah. Sementara itu, Perdana Menteri Turki, Recep Erdogan, menyatakan bahwa DK.PBB telah gagal untuk menghentikan kejahatan Israel terhadap Gaza. “Dunia menyaksikan kebrutalan Zionis-Israel, dan pembantaian massal di Jalur Gaza”, tambahnya. Erdogan menyaksikan film pembantaian di Gaza bersama para ahli hukum, pemimpin Turki itu, menginginkan agar DK.PBB memberikan sanksi yang tegas terhadap Israel.

Di Turki, Assosiasi para Pengusaha dan industrialis, menyerukan masyarakat Turki melakukan baikot terhadap produk AS, Inggris, dan Israel, karena mereka melakukan perang ‘kotor’ di Gaza, dan melakukan genoside, serta melakukan agresi militer.

Bulent Deniz, Ketua Assosiasi Para Pengusaha di Turki, menyatakan agar Turki menggunakan kekuatannya untuk melakukan boikot terhadap AS, Britain, dan Israel. Nampaknya, Turki sudah tidak dapat sabar lagi melihat ulah Israel, meskipun Turki memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, karena Israel sudah tidak lagi menggunakan ukuran-ukuran normal lagi, khususnya dalam menghadapi konflik dengan rakyat Palestin



Jurucakap Hamas, Dr.Sami Abu Zuhri, menyatakan proposal yang disampaikan pemerintah Turki, guna menengahi konflik di Gaza sekarang ini, lebih berimbang dibandingkan dengan Mesir. Di sisi lain, Mesir pandangannya sama dengan Israel, yang meminta syarat , sebelum gencatan senjata Hamas harus menghentikan serangan roketnya ke Askhelon. Abu Zuhri, menyampaikan kepada wartawan di Gaza, bahawa delegasi Hamas, sekarang berkunjung ke Cairo, Damaskus, untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata. Nampaknya, Hamas lebih tertarik dengan proposal yang diajukan oleh Turki, yang lebih adil dan imbang. Presiden Sudan, Omar Hasan al-Bashir, yang berkunjung ke Damaskus, dan bertemu dengan Khaleda Misy’al, menegaskan bahwa Sudan mendukung secara total perjuangan rakyat Palestin.

Di tengah-tengah usaha diplomatik yang sekarang terus berlangsung di berbagai belahan dunia, surat kabar Al-Khalij, yang terbit di Teluk, di Ankara, sedang ada usaha-usaha yang terselubung, yang dilakukan fihak Israel untuk membunuh Perdana Menteri Turki, Recep Erdogan. Al-Khalij, menyebutkan mungkin Israel dengan menggunakan sel-sel yang ada di dalam tubuh militer Turki, untuk membunuh Erdogan. Memang, di Turki sekarang ini sikap anti Israel memuncak, ratusan ribu orang berdemonstrasi di Istambul dan Ankara, yang meminta pemerintah Turki, memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel

Ibaratnya, Israel dengan melakukan agresi militer yang sangat brutal ke Gaza, seperti menggali lubang kukburnya sendiri. Karena, sekarang ini di seluruh dunia kebencian terhadap Israel meningkat tajam. Ini menyebabkan Israel akan terisolasi oleh masyarakat antarabangsa. (M/Pic)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

setiap artikel,hal ehwal semasa atau apa apa yang tertulis disini berdasarkan sumber yang sahih..saya mengalu-alukan kritikan,cadangan atau komen anda

visitor maps-negara pengunjung blog saya